First Kill – Info Aktual » TheNewsBig

TheNewsBig.TheNewsBig.com – Salah satu film Indonesia yang sangat diantisipasi tahun 2022 ini, PENGABDI SETAN 2: COMMUNION Akhirnya tayang si bioskop. Semua serba dadakan?? Kaget ya ada sekuelnya?? Sama gue pun juga tau-tau rilis di tahun ini.

Setelah kejadian di film pertama yang rilis di tahun 2017. Rini, Toni, Bondi, dan bapak pindah ke Jakarta. Mereka tinggal di rumah susun dengan tujuan kalau terjadi apa-apa mereka bisa dibantu oleh tetangga di unit rumah susun tersebut.

Berbagai kejadian aneh pun mulai terjadi..intinya film ini memiliki cerita yang sama namun di latar yang berbeda dan teror nya makin menjadi.

Langsung aja ke filmnya, film ini dibuka dengan cukup wah di menit-menit awal, manufacturing price yang coba dihadirkan sukses di film ini sesuai dengan hype yang sukses dibangun dan bikin “betah” menikmati film Ini sampai akhir.

Ada pertanyaan “wajib gak sih nonton film pertamanya?”. Menurut gue wajib karena semua pertanyaan di film pertamanya akan terjawab disini, karena menurut gue Kalo belom nonton mungkin kita akan sedikit bingung dan Jadi hanya sekedar menikmati “wahana rumah hantu” Ini.

Karakter lama dan baru dihadirkan berhasil dibawakan dengan baik oleh para cast, Muzakki Ramadhan sebagai Wisnu, Ratu Felisha sebagai Tari, dan juga Kiki Narendra sebagai pak Ustadz dan masih banyak lagi yang berhasil memberikan warna di film Ini.

Scoring filmnya, menjadi elemen yang akan selalu terngiang-ngiang pasca menyaksikan film Ini. Salah satunya ketika stasiun TV milik negara yang signal-off dengan lagu Rayuan Pulau Kelapa membuat bulu kuduk berdiri.

Terkait flashing gentle dan strobo di film Ini sangat menggangu di film Ini, cukup memberikan Efek pusing Setelah menonton filmnya, jika ada penonton yang memiliki penyakit epilepsi gue rasa akan kumat penyakitnya.

Namun, gue ngerasa ada yang janggal dengan Movie Ini. Terutama dari segi penceritaan, gue ngerasa kok pondasi di film Ini kurang kuat dan hanya menjadi sebuah wahana rumah hantu saja. Tetep ngagetin tapi seperti repetitif aja.

Akhir kata, film ini cocok untuk ditonton dengan beramai-ramai biar bisa teriak Bareng-Bareng dan mendiskusikan beberapa hal yang ada di filmnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.